Jumat, 25 Oktober 2019

Pengertian Modulasi Digital

Modulasi Digital adalah sebuah proses penumpangan sinyal digital ke dalam sinyal carrierModulasi digital sebetulnya adalah proses mengubah karakteristik dan sifat dari gelombang pembawa atau carrier sedemikian rupa sehingga bentuk hasilnya berbentuk bit-bit (0 atau 1) yang dikandungnya. Berarti dengan mengamati modulated carrier-nya, kita bisa mengetahui urutan bitnya disertai clock. Melalui sebuah proses modulasi digital sinyal-sinyal digital setiap tingkatan dapat dikirim ke suatu penerima dengan baik. Untuk pengiriman ini dapat digunakan media transmisi fisik seperti logam atau optik atau non fisik seperti gelombang-gelombang radio.


PRINSIP MODULASI DIGITAL

Pada dasarnya dikenal 3 prinsip atau sistem modulasi digital yaitu :

AMPLITUDE SHIFT KEYING (ASK)

Hasil gambar untuk AMPLITUDE SHIFT KEYING (ASK)

Amplitude Shift Keying atau sebuah pengiriman sinyal berdasarkan pergeseran amplitudo, merupakan suatu metode modulasi dengan cara mengubah-ubah amplitudonya. Dalam proses modulasi ini kemunculan frekuensi gelombang pembawa tergantung pada ada atau tidaknya suatu sinyal informasi digital.

Keuntungan yang diperoleh dari metode ini adalah bit per baud atau kecepatan digital dapat lebih besar. Sedangkan kesulitannya adalah dalam menentukan level acuan yang dimilikinya, yakni setiap sinyal yang diteruskan melalui sebuah saluran transmisi jarak jauh selalu dipengaruhi oleh redaman dan distorsi lainnya.

Karena hal tersebut, metoda ASK hanya akan menguntungkan apabila dipakai untuk hubungan jarak dekat saja. Faktor derau harus diperhitungkan dengan sangat teliti, seperti pada sistem modulasi AM. Derau menindih puncak bentuk-bentuk gelombang yang memiliki level banyak dan membuatnya susah untuk mendeteksi dengan tepat menjadi level ambangnya.

FREQUENCY SHIFT KEYING (FSK)

Hasil gambar untuk FREQUENCY SHIFT KEYING (FSK)
Frequency shift keying atau pengiriman suatu sinyal melalui penggeseran frekuensi. Metode ini adalah suatu bentuk modulasi yang memungkingkan gelombang modulasi menggeser frekuensi output gelombang pembawa. Pergeseran ini terjadi di antara harga yang telah ditentukan semula dengan gelombang output yang tidak mempunyai sebuah fase terputus-putus. Dalam proses modulasi ini besarnya sebuah frekuensi gelombang pembawa berubah-ubah sesuai dengan perubahan ada atau tidaknya sinyal informasi digital.
FSK sendiri adalah metode modulasi yang paling populer. Dalam proses ini suatu gelombang pembawa akan digeser ke atas dan ke bawah untuk dapat memperoleh bit 1 dan bit 0. Kondisi ini disebut space dan mark. Keduanya merupakan standar transmisi data yang sesuai dengan rekomendasi CCITT. FSK tidak tergantung pada teknik on-off pemancar, seperti yang telah ditentukan sejak semula. Kehadiran sebuah gelombang pembawa dideteksi agar dapat menunjukkan bahwa pemancar telah siap.

PHASE SHIFT KEYING (PSK)
Hasil gambar untuk PHASE SHIFT KEYING (PSK)


Phase shift keying atau pengiriman sebuah sinyal melalui pergeseran fase. Metode ini merupakan suatu bentuk modulasi fase yang memungkinkan suatu fungsi pemodulasi fase gelombang termodulasi di antara beberapa nilai diskrit yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam proses modulasi ini suatu fase dari frekuensi gelombang pembawa berubah-ubah sesuai dengan perubahan status sinyal informasi digital. Sudut fase harus mempunyai sebuah acuan kepada pemancar dan penerima.

Akibatnya, sangat diperlukan stabilitas frekuensi pada pesawat penerima. Guna memudahkan untuk dapat memperoleh suatu stabilitas pada penerima, kadang-kadang dipakai suatu teknik yang koheren dengan PSK yang berbeda-beda. Hubungan antara dua sudut fase yang dikirim tersebut akan digunakan untuk memelihara stabilitas. Dalam keadaan seperti ini, fase yang ada dapat dideteksi bila dari fase sebelumnya sudah diketahui.

Kamis, 10 Oktober 2019

Jenis-Jenis Antena Jaringan WAN Beserta Fungsinya

    Antena meupakan Alat penangkap sinyal wifi atau jaringan.Antena juga mempunyai fungsi yang sama dengan antena pada umumnya. Secara spesifik, antena ini bertugas untuk menerima dan menyalurkan sinyal Wi-Fi sehingga perangkat laptop maupun gadget lainnya dapat menerima sinyal tersebut. Antena Wi-Fi terdiri dari beberapa macam di antaranya adalah sebagai berikut.

1.Antena Grid


 Antena ini berbentuk seperti jaring, dan cakupan antena ini hanya searah. Biasanya antena ini mempunyai pasangan antena di tempat yang lain ( antena pemancar sinyal ) dan antena ini di arahkan ke antena pemancar supaya sinyal yang diterima lebih tajam, Contoh penerapannya : RT/RW net, WAN P2P ( Point to Point ), dan Warnet.
 Fungsinya adalah dimana antena ini adalah menerima dan mengirim singnal data dengan sistem gelombang radio 2,4 Mhz.

2. Antena Omni
 Antena ini berbentuk seperti tongkat, tapi kecil. Cakupan antena ini lebih luas dibandingkan dengan antena Grid, cakupannya menyebar ke semua arah dan membentuk suatu lingkaran contoh penerapannya yaitu digunakan pada radio-radio. kalau dalam jaringan WAN menggunakan tipe konfigurasi Point to Multi Point.
 

Fungsi antena ini adalah melayani coverage area yang luas namun dalam jangkauan pendek. Karena antena omni menjangkau area yang luas, besar kemungkinan akan terkumpul juga sinyal lain yang sama sekali tidak dikehendaki. Dengan demikian, antena omni akan menyebabkan interferasi. Namun antean ini cocok bila digunakan untuk koneksi hotspot atau dikenal dengan sistem sistem point to multi point ( satu titik ke banyak titik ).

3. Antena Yagi
 Antena ini berbentuk seperti ikan teri. cakupan antena ini searah, seperti antena Grid , bedanya antena ini digunakan dalam jaringan , dan biasanya antena diarahkah ke pemancar.
Antena Yagi terdiri dari 3 bagian, yaitu :
  • Driven, adalah titik catu kabel antena, biasanya panjang fisik driven adalah setengah panjang gelombang dari frekuensi radio yang di pancarkan atau diterima.
  • Reflektor, adalah titik catu dari kabel antena yang berfungsi sebagai pemantul sinyal, dengan panjang fisik lebih panjang daripada driven.
  • Director, adalah bagian pengarah antena, ukurannya sedikit lebih pendek dari pada driven

4. Antena Sektoral
 
  Antena sectoral hampir mirip dengan antena omnidirectional. yang juga digunakan untuk Access Point serve a Point to Point links. Beberapa antena sectoral dibuat tegak lurus, dan ada yang horizontal.
  Antena sectorla mempunyai gain jauh lebih tinggi dibanding omnidirectional antena disekitar 10-19 dBi. Yang bekerja pada jarak atau area  6-8 km. Sudut pancaran antena ini adalah 45-150 derajat dan tingkat ketinggian pemasangan harus diperhatikan agar tidak dapat kerugian dari penangkapan sinyal.
  Pola pancaran antena yang horizontal kebanyakan memancar kearah mana antena ini diarahkan sesuai dengan jangkauan dari derajat pancarannya, sedangkan pada bagian belakang antena tidak memiliki sinyal pancaran.
   Antena sectoral ini jika dipasang lebih tinggi akan menguntungkan penerimaan yang baik pada sector atau wilayah pancaran yang telah di tentukan.

5. Antena Solid disk

  Biasanya antenasolid disk ini digunakan untuk outdor untuk pointing, antena parabolik ( solid disk ) memiliki fungsi dan frekuensi yang sama dengan antena Grid. Antena solid disk biasanya digunakan untuk aplikasi point to point jarak jauh.

 6. Antena Wajan Bolic

  Disebut wajan bolic karena dasarnya sama saja dengan antena parabolic, pada umumnya hanya bannya untuk untuk parabolic disk nya menggunakan wajan.

Fungsi dari antena wajanbolic ini sebenarnya hanya memperkuat sinyal wirelless dari Hospot karena letaknya terlalu jauh, tidak bisa lagi ditangkap oleh USB Wirelless Adapter bila hanya ditancapkan bagitu saja di port USB PC atau laptop.

Selasa, 10 September 2019

Fungsi dan Cara Kerja Manage Switch

SWITCH MANAGEABLE

  • Pengertian
Switch manageable adalah switch dengan harga tinggi yang dapat dikonfigurasi karena memiliki sistem operasi didalamnya. Arti dari manageable di sini adalah bahwa switch dapat kita konfigurasi sesuai dengan kebutuhan network kita agar lebih efesien dan maksimal, sehingga bisa diatur untuk kebutuhan jaringan tertentu. Pioneer untuk Switch manageable adalah device dengan merk 'Cisco'. selain Cisco, kebanyakan hanya sebuah Switch murah yang tidak dapat dikonfigurasi (Unmanageable) dan sistem pakainya : tinggal colok. Switch manageable dibuat untuk meningkatkan keamanan pada sebuah jaringan lokal dan biasadipakai pada perusahaan-perusahaan elite. karena cara kerjanya, switch manageable dapatjuga dikelompokkan menjadi device yang bekerja pada layer 3 OSI Model Paket data semakin sedikit karena kapasitas buffer memory yg bisa menampung paket menjadi lebih banyak sehingga lalu lintas komunikasi data semakin lancar. Akibatnya switch semakin cepat dalam melakukan processing paket data.
  • Fungsi
Fungsi Manageable Swicth menggabungkan beberapa segmen atau kelompok LAN. Switch bekerja di layer 2 pada model referensi OSI. Device ini memilikikemampuan lebih dibanding dengan repeater atau hub. Tidak hanya menghubungkan antar jaringan LAN tetapi juga mampu mengatasi masalah Collision yang di hadapi oleh device hub atau repeater. Serta mampu membuat VLAN.
  • Kelebihan
  1. Mendukung penyempitan broadcast jaringan dengan VLAN.
  2. Pengaturan access user dengan access list.
  3. Membuat keamanan network lebih terjamin.
  4. Bisa melakukan pengaturan port yang ada.
  5. Mudah dalam monitoring trafick dan maintenence network karena dapat diakses tanpa harus berada di dekat switch.

Berikut Beberapa hal penting dalam menentukan spesifikasi dan konfigurasi Switch Manageable.
  1. Kapasitas jaringan saat ini dan masa yang akan datang ditetapkan berdasarkan kebutuhan bisnis           saat ini dan masa yang akan datang.
  2. Jumlah dan tipe dari switch manageable ditetapkan berdasarkan kebutuhan jaringan saat ini dan          masa yang akan datang.
  3. Topologi jaringan diidentifikasi.
  4. Persyaratan keamanan dan manajemen jaringan ditetapkan.
  5. Switch manageable dengan fitur yang cocok dipilih sesuai dengan kebutuhan spesifikasi.
  6. Workstation, komputer, server, router, dan perangkat yang lain ditetapakan sesuai dengan                     kebutuhan jaringan.
  7. Pengaturan jaringan dibuat berdasarkan dari hasil pengujian.

Senin, 09 September 2019

Prosedur dan Cara Konfigurasi Vlan

VLAN adalah teknologi pada perangkat layer 2 (Switch) yang memungkinkan dalam satu perangkat Switch dapat dibagi menjadi beberapa kelompok yang berbeda-beda. Bisa dibilang dengan menggunakan VLAN, satu Switch seperti terdiri lebih dari satu Switch. berdasarkan pengalaman saya dengan menggunakan VLAN saya dapat menghemat penggunaan Switch yang tadinya butuh 3, cukup satu saja.

Sedikit informasi tentang VLAN ini :
  • Identifikasi tiap VLAN menggunakan VLAN-ID yang merupakan angka desimal dari 1 - 4094.
  • Kita dapat menggunakan VLAN 2 sampai 1001.
  • VLAN dikonfigurasi pada setiap port interface Switch.
  • Secara default seluruh port Switch dikonfigurasi VLAN 1.
  • Satu port Switch hanya dapat dikonfigurasi satu kelompok VLAN saja.
  • Antara satu VLAN dengan VLAN lainnya juga memiliki Broadcast Domain yang berbeda, sehingga tidak dapat saling berkomunikasi.
  • Untuk menghubungkan antar VLAN perlu menggunakan sebuah Router.
Untuk mengkonfigurasi VLAN pada Switch Cisco ada beberapa tahapan yang harus dilakukan pada Switch, berikut ini adalah langkah-langkahnya :
  • Buat terlebih dahulu VLAN yang akan dikonfigurasi :
  • Switch(config)#vlan [vlan-id]
    Switch(config-vlan)#name [nama]
    Switch(config-vlan)#exit
    
    VLAN-ID adalah angka desimal untuk mengidentifikasi VLAN, setelah itu akan masuk dalam mode konfigurasi VLAN, disini kita dapat melakukan beberapa konfigurasi seperti memberikan nama, mengatur MTU, dll.
  • Lalu masukan VLAN tersebut dalam port interface Switch yang diinginkan.
  • Switch(config)#int f0/2
    Switch(config-if)#switchport mode access
    Switch(config-if)#switchport access vlan [vlan-id]
    
Sekarang kita akan mengkonfigurasi LAB VLAN yang saya buat dibawah ini :


Topologi diatas akan kita buat pada aplikasi Cisco Packet Tracer, dalam topologi tersebut terdapat satu Switch yang akan kita bagi menjadi dua VLAN yaitu VLAN 10 dan VLAN 20.

Membuat VLAN

Pertama kita buat dua VLAN tersebut dalam database VLAN switch yang kita konfigurasi tersebut :
SW1(config)#vlan 10
SW1(config-vlan)#name kelompok1
SW1(config-vlan)#exit
SW1(config)#vlan 20
SW1(config-vlan)#name kelompok2
SW1(config-vlan)#exit
Untuk verifikasi VLAN yang sudah dibuat, kita dapat melihat database VLAN di Switch dengan perintah show vlan brief.
SW1#sh vlan brief

VLAN Name                             Status    Ports
---- -------------------------------- --------- -------------------------------
1    default                          active    Fa0/1, Fa0/2, Fa0/3, Fa0/4
                                                Fa0/5, Fa0/6, Fa0/7, Fa0/8
                                                Fa0/9, Fa0/10, Fa0/11, Fa0/12
                                                Fa0/13, Fa0/14, Fa0/15, Fa0/16
                                                Fa0/17, Fa0/18, Fa0/19, Fa0/20
                                                Fa0/21, Fa0/22, Fa0/23, Fa0/24
                                                Gig0/1, Gig0/2
10   kelompok1                        active    
20   kelompok2                        active    
1002 fddi-default                     active    
1003 token-ring-default               active    
1004 fddinet-default                  active    
1005 trnet-default                    active    
Kita bisa lihat daftar VLAN yang ada pada Switch ini, secara default seluruh Port interface Switch berada pada VLAN 1, dan untuk VLAN 10 dan 20 belum berisi anggota, maka setelah ini kita perlu memasukan VLAN 10 dan 20 pada beberapa interface switch tersebut sesuai topologi diatas.

Memasukan VLAN

Setelah VLAN sudah terbuat dan masuk dalam database Switch, kita masukan VLAN tersebut pada satu atau beberapa port Switch (memberikan anggota pada VLAN).
  • VLAN 10
    • Fa0/1
    • Fa0/2
    • Fa0/3
    SW1(config)#int range f0/1-3
    SW1(config-if-range)#switchport mode access
    SW1(config-if-range)#switchport access vlan 10
    SW1(config-if-range)#exit
    
  • VLAN 20
    • Fa0/4
    • Fa0/5
    • Fa0/6
    SW1(config)#int range f0/4-6
    SW1(config-if-range)#switchport mode access
    SW1(config-if-range)#switchport access vlan 20
    SW1(config-if-range)#exit
    
    *Kita bisa menggunakan tambahan perintah range, jika ingin mengkonfigurasi sekaligus.
Setelah selesai, tunggu lampu indikator switch menjadi hijau kembali, lalu kita lihat kembali database vlan switch dengan perintah sh vlan brief.
SW1#sh vlan brief

VLAN Name                             Status    Ports
---- -------------------------------- --------- -------------------------------
1    default                          active    Fa0/7, Fa0/8, Fa0/9, Fa0/10
                                                Fa0/11, Fa0/12, Fa0/13, Fa0/14
                                                Fa0/15, Fa0/16, Fa0/17, Fa0/18
                                                Fa0/19, Fa0/20, Fa0/21, Fa0/22
                                                Fa0/23, Fa0/24, Gig0/1, Gig0/2
10   kelompok1                        active    Fa0/1, Fa0/2, Fa0/3
20   kelompok2                        active    Fa0/4, Fa0/5, Fa0/6
1002 fddi-default                     active    
1003 token-ring-default               active    
1004 fddinet-default                  active    
1005 trnet-default                    active  
Kita bisa lihat anggota VLAN 10 dan 20 sudah bertambah setelah kita konfigurasi, setiap PC/Devices yang terhubung dengan port interface yang berada di VLAN 10 maka PC tersebut berada di VLAN 10, begitu juga dengan VLAN 20.

Testing Client

Pada topologi terdapat 3 PC Client, sekarang kita coba berikan masing-masing PC Client IP Address kemudian melakukan ping antar PC.

    VLAN 10

  • PC01 = 10.10.10.11/24
  • PC02 = 10.10.10.12/24
  • PC03 = 10.10.10.13/24
  • VLAN 20

  • PC04 = 20.20.20.11/24
  • PC05 = 20.20.20.12/24
  • PC06 = 20.20.20.13/24
Kemudian kita testing PING menggunakan Command Prompt dari PC Packet Tracer.

VLAN 10

VLAN 20

Jika ping sudah bisa maka konfigurasi sudah benar. Jika kita melihat MAC Address table Switch, maka disitu juga akan terlihat MAC Address dari PC beserta VLAN nya.
SW1#sh mac address-table 
          Mac Address Table
-------------------------------------------

Vlan    Mac Address       Type        Ports
----    -----------       --------    -----

  10    0001.4249.5a51    DYNAMIC     Fa0/2
  10    0009.7c95.4a55    DYNAMIC     Fa0/3
  10    0030.f25b.8312    DYNAMIC     Fa0/1
  20    0002.161c.3424    DYNAMIC     Fa0/6
  20    000c.cfd1.5d68    DYNAMIC     Fa0/5
  20    00d0.97a2.4da1    DYNAMIC     Fa0/4
Jika tidak muncul coba saja ping ulang lagi PC -nya.

Sekian terima kasih, hanya ini yang bisa saya sampaikan pada post kali ini.

Sabtu, 27 Juli 2019

7 Perangkat Pada WAN


1.CSU/DSU(channel server unit /Data server unit)


 ''CSU / DSU (Chanel Service Unit/Data Service Unit) adalah antarmuka digital-alat yang digunakan untuk menghubungkan data terminal Equipment perangkat atau DTE, seperti routeruntuk sebuah rangkain digital (misalnya T1 atau T3 line).



2. Modem
  
   Modem (Modulator Demodulator) adalah perangkat yang digunakan oleh komputer untuk membawa   data dan dikirim melalui saluran telepon atau kabel.

Modem, kependekan dari modulator demodulator-perangkat elektronik yang mengubah sinyal digital komputer ke frekuensi khusus untuk perjalanan melalui saluran telepon atau televisi kabel. Di tempat tujuan, modem demodulates Frequencies dirubah kembali ke data digital. Komputer menggunakan modem untuk berkomunikasi dengan rencana meniup melalui jaringan.


Modem telah Secara signifikan Evolved sejak tahun 1970 Ketika Modem baud 300 WS digunakan untuk menghubungkan komputer ke buletin board sistem (BBSs). Setiap bit, digital diwakili oleh 1 atau 0, dalam versi asli WS menular sebagai nada tertentu.



 3.Router

Router adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk membagi protocol kepada anggota jaringan yang lainnya, dengan adanya router maka sebuah protocol dapat di-sharing kepada perangkat jaringan lain. Contoh aplikasinya adalah jika kita ingin membagi IP Adress kepada anggota jaringan maka kita dapat menggunakan router ini, ciri-ciri router adalah adanya fasilitas DHCP (Dynamic Host Configuration Procotol), dengan mensetting DHCP, maka kita dapat membagi IP Address, fasilitas lain dari Router adalah adanya NAT (Network Address Translator) yang dapat memungkinkan suatu IP Address atau koneksi internet disharing ke IP Address lain
4.Switch ATM 


Switch ATM adalah penyedia transfer data berkecepatan tinggi antara LAN dan WAN.
Switch ATM berfungsi menerima frame data dari slah satu port, source dan destination address dari frame tersebut akan dicek. Switch ATM menyediakan transfer data berkecepatan tinggi antara LAN dan WAN.


5.Multi plexer

Multiplexer mentransmisikan gabungan beberapa sinyal melalui sebuah sirkit (circuit).
Multiplexer berfungsi mentransfer beberapa data secara simultan (terus-menerus), seperti video, sound, text, dan lain-lain.

6.Comm Server

Communication Server adalah server khusus “dial in/out” bagi pengguna untuk dapat melakukan dial dari lokasi remote sehingga dapat terhubung ke LAN.Communication Server berfungsi agar pegguna dapat melakukan dial dari lokasi remote sehingga dapat terhubung ke LAN.


7.Switch X.25 / Frame Relay

Switch X.25 / Frame Relay adalah penghubung data lokal/private melalui jaringan data, mengunakan sinyal digital. Unit ini sama dengan switch ATM, tetapi kecepatan transfer datanya lebih rendah dibanding dengan ATM.
  

Jumat, 26 Juli 2019

Pengertian Wide Area Network (WAN)




A.Pengertian WAN

Wide Area Network (WAN) adalah sebuah jaringan yang memiliki jarak yang sangat luas, karena radiusnya mencakup sebuah negara dan benua. WAN menggunakan sarana fasilitas transmisi seperti telepon, kabel bawah laut ataupun satelit. Kecepatan transmisinya beragam dari 2Mbps, 34 Mbps, 45 Mbps, 155 Mbps, sampai 625 Mbps (atau kadang-kadang lebih). Faktor khusus yang mempengaruhi desain dan performance-nya terletak pada siklus komunikasi, seperti jaringan telepon, satelit atau komunikasi pembawa lainnya.

Pada sebagian besar WAN, komponen yang dipakai dalam berkomunikasi biasanya terdiri dari dua komponen, yaitu kabel transmisi dan elemen switching. Kabel transmisi berfungsi untuk memindahkan bit-bit dari suau komputer ke komputer lainnya, sedangkan elemen switching disini adalah sebuah komputer khusus yang digunakan untuk menghubungkan dua buah kabel transmisi atau lebih. Saat data yang dikirimkan sampai ke kabel penerima, elemen switching harus memilih kabel pengirim untuk meneruskan paket-paket data tersebut.

Jika dilihat dari fungsinya, sebenarnya WAN tidak jauh berbeda dengan LAN. WAN juga berfungsi sama seperti LAN mengkoneksikan antar komputer, printer dan juga device lainnya dalam satu jaringan. WAN pada dasarnya adalah kumpulan LAN yang ada diberbagai lokasi. Dibutuhkan sebuah device untuk menghubungkan antara LAN dengan WAN dan device tersebut adalah router.


B. Kelebihan WAN
  1. Berbagi informasi/file melalui area yang lebih besar.
  2. Semua orang yang ada di jaringan ini dapat menggunakan data yang sama.
  3. Mempunyai sistem jaringan yang besar/luas sehingga mampu menjangkau Negara, benua, bahkan seluruh dunia.
  4. Jika terkoneksi dengan jaringan internet transfer file pada tempat yang jaraknya jauh bisa di lakukan secara cepat.
  5. Dapat berbagi resources dengan koneksi workstations.


C. Kekurangan WAN
  1. Biaya operasional mahal.
  2. Dalam hal settingan/pengaturan jaringan WAN lebih sulit dan rumit, selain itu alat-alat yang diperlukan juga sangat mahal.
  3. Memerlukan Firewall yang baik untuk membatasi pengguna luar yang masuk dan dapat mengganggu jaringan ini.
  4. Rentan terhadap hacker atau ancaman dari luar lainnya.

Pengertian VLAN ,Jenis-jenis, Cara Kerja, Dan Keuntungan menggunakan VLAN!!


A. Pengertian VLAN

(virtual LAN) adalah suatu model jaringan yang membagi jaringan secara logikal ke dalam beberapa vlan yang berbeda. VLAN tidak terbatas pada kondisi fisik jaringan seperti pada LAN, vlan dapat di konfigurasi secara virtual tanpa harus melihat kondisi peralatan. Oleh sebab itu, VLAN memiliki fleksibilitas di dalam pengaturan jaringan dan memudahkan administrator jaringan dalam membagi jaringannya sesuai dengan fungsi dan kebutuhan keamanan jaringan tersebut. 

 B. Jenis - jenis VLAN 
  • Default VLAN adalah vlan yang sudah ada sejak pertama kali switch dihidupkan, sebelum di konfigurasi semua port yang ada pada switch akan tergabung ke dalam default VLAN dan dapat terhubung pada masing - masing port. pada cisco, default vlan adalah VLAN 1. 
  • Data VLAN adalah vlan yang hanya mengatur trafik data pada VLAN. 
  • Native VLAN adalah vlan yang dikembalikan ke suatu port apabila tidak dalam bentuk trunking dan untagged. 
  • Voice VLAN adalah vlan yang mendukung VoIP dan di khususkan untuk komunikasi data suara pada VLAN. 
  • Management VLAN adalah VLAN yang di konfigurasi untuk management switch. 

     C. Cara kerja VLAN 

    VLAN diklasifikasikan berdasarkan metode (tipe) yang digunakan, baik menggunakan port, MAC address dan lain - lain. Semua informasi yang mengandung penandaan/pengalamatan suatu vlan (tagging) di simpan dalam suatu database (tabel), jika penandaannya berdasarkan port yang digunakan maka database harus mengindikasikan port-port yang digunakan oleh VLAN.  Untuk mengaturnya maka biasanya digunakan switch/bridge yang manageable atau yang bisa di atur. Switch/bridge ini  yang akan berfungsi menyimpan semua informasi dan konfigurasi suatu VLAN dan dipastikan semua switch/bridge memiliki informasi yang sama.Switch akan menentukan kemana data-data akan diteruskan dan sebagainya. atau dapat pula digunakan suatu software pengalamatan (bridging software) yang berfungsi mencatat/menandai suatu VLAN beserta workstationyangdidalamnya.untuk menghubungkan antar VLAN dibutuhkan router. 


     D. Keuntungan  menggunakan VLAN
    • Meningkatkan keamanan jaringan. 
    • Mengurangi trafik broadcast, jika sebelumnya mempunyai jaringan LAN yang cukup besar dan dibagi dengan VLAN, maka trafik broadcast hanya akan dikirim sesuai dengan VLAN masing - masing.
    • Memudahkan dalam pengelolaan jaringan

    Konfigurasi mikrotik sebagai Router Gateway internet

    Konfigurasi MikroTik sebagai Gateway Langkah melakukan konfigurasi pada sistem operasi MikroTik Bu...